Pariwisata

Serunya Perjalanan ke Kepulauan Sula di Maluku Utara

Kepulauan Sula yang berada di Maluku Utara disebut-sebut tak mudah untuk dijangkau dan belum banyak tersentuh oleh wisatawan. Meski demikian, di akhir pekan ini akan digelar sebuah acara memancing dengan lebih dari 3.000 orang peserta yang dinamakan Festival Maksaira 2018.Saya pun berkesempatan untuk berkunjung ke Sula untuk menyaksikan acara tersebut yang hanya digelar satu tahun sekali. Keberangkatan saya dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dengan penerbangan menuju Bandara Sultan Babullah, Ternate.

Saya berangkat sekitar pukul 01.35 WIB dan sampai di Ternate sekitar pukul 07.25 WITA. Penerbangan ini merupakan penerbangan langsung  menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta ke Ternate dengan waktu tempuh sekitar 3 jam 50 menit.

Setelah menempuh perjalanan, saya pun sampai di Ternate. Seperti biasa, karena tas yang berisi perlengkapan selama di Sula saya simpan di bagasi pesawat. Usai turun dari pesawat saya pun bergegas untuk mengambil bagasi.

Menunggu giliran untuk mengambil bagasi, namun tas saya tak kunjung tiba. Saya pun panik dan mencoba mendatangi petugas dari maskapai penerbangan. Setelah bertanya, ternyata tas saya terbawa oleh pesawat dengan rute penerbangan ke Manado, Sulawesi Utara.

Petugas menjanjikan tas saya akan sampai di Bandara Sultan Babullah dan bisa diambil pada pukul 03.00 WITA. Namun saya tak punya waktu lama untuk menunggu tas tersebut datang dari Manado, karena harus melanjutkan perjalanan lagi menggunakan pesawat perintis.

Singkat cerita, saya pun mengisi formulir dengan terburu-buru dan meminta kontak petugas agar bisa berkomunikasi untuk bagasi saya yang terbawa hingga Manado.

Akhirnya saya bergegas untuk naik ke pesawat perintis Susi Air menuju Bandara Emalamo di Kota Sanana, Kepulauan Sula sekitar pukul 08.00 WITA.

Bandara Emalamo di Kota Sanana, Kepulauan Sula, Maluku Utara, Kamis (12/4/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH Bandara Emalamo di Kota Sanana, Kepulauan Sula, Maluku Utara, Kamis (12/4/2018).

Pengalaman Pertama Terbang dengan Pesawat Perintis

Melakukan perjalanan penerbangan dengan pesawat perintis ini adalah pengalaman pertama saya. Ketika itu rasanya begitu campur aduk, antara panik karena tas saya terbawa penerbangan lain, gembira bercampur rasa takut mencoba perjalanan dengan pesawat bermesin tunggal.

Saya bersama rekan-rekan wartawan lainnya pun menggunakan pesawat Susi Air. Pesawat berkapasitas 11 orang ini adalah satu-satunya transportasi udara menuju Kepulauan Sula. Perjalanan menggunakan pesawat ini memiliki waktu tempuh sekitar 1,5 jam dengan biaya Rp 375.000 per orang.

Akan tetapi untuk ke Kepulauan Sula pun bisa menempuh jalur laut menggunakan kapal feri dengan waktu tempuh sekitar 15 jam.

Saat pesawat mulai lepas landas dari Bandara Sultan Babullah, jantung saya berdegup lebih kencang. Saya berpasrah diri. Namun begitu pesawat terbang lebih tinggi, panorama alam Indonesia bagian Timur ini nan elok. Saya terkesima.

Sepanjang jalan saya melihat lautan yang begitu luas, beberapa pulau kecil tak berpenghuni pun saya lalui. Tak terasa saya pun hampir sampai di Kepulauan Sula.

Dua pulau besar yakni Pulau Sula dan Pulau Mangoli sudah terlihat dari ketinggian. Masjid raya, pelabuhan, hingga rumah penduduk di Kota Sanana pun sudah terlihat jelas. Batas antara garis pantai, laut dangkal bewarna biru tosca, dan laut dalam bewarna biru begitu jelas.

Namun, sebelum mendarat, pesawat ini pun harus mengambil posisi untuk mendarat. Kapal pun dimiringkan untuk berbelok arah. Disitulah saya merasa seperti sedang bermain roller coaster. Seketika terkejut dan reflek memegan kursi di depan saya.

Tanjung Waka salah satu destinasi wisata di Pulau Sula, Kepulauan Sula, Maluku Utara, Jumat (13/4/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH Tanjung Waka salah satu destinasi wisata di Pulau Sula, Kepulauan Sula, Maluku Utara, Jumat (13/4/2018).

Tak lama pesawat pun mendarat, saya pun bisa bernapas lebih lega. Tentunya karena ini adalah pengalaman pertama saya naik pesawat kecil. Sesampainya di Kota Sasana waktu menunjukkan pukul 09.30 WITA. Saya pun segera bergegas menuju penginapan.
Rasanya saya pun tak sabar untuk menikmati keindahan alam yang ada di Kepulauan Sula. Banyak obyek wisata yang bisa dikunjungi seperti Pantai Baleha, Pantai Fatkauyon, Pantai Desa Waisum, Pantai Wai Ipa, Pantai Mangoli, dan Pantai Teluk Harimau. Potensi alam lainnya yang bisa dikunjungi pula seperti seperti Telaga Kabau, Pulau Kucing, Air Terjun Wailau, Air Terjun Waitina, Selat Capalulu, dan Pulau Pagama.

Sepenggal soal Bagasi yang “Nyasar” ke Penerbangan lain

Kembali ke cerita awal bahwa bagasi saya masuk ke pesawat dengan rute berbeda. Sekitar pukul 13.00 WITA saya mendapatkan pesan singkat dari petugas maskapai di Bandara Sultan Babullah. Petugas mengatakan bahwa tas saya sudah ada di sana.

Rasanya begitu lega, namun tas saya pun tidak bisa langsung sampai di Kota Sanana. Penerbangan pesawat perintis baru ada keesokan harinya. Berbekal rasa percaya saya pun menyetujui asalkan tas saya bisa sampai.

Saya pun terus berkoordinasi dengan petugas dari maskapai Garuda Indonesia, petugas Bandara Sultan Babullah, dan petugas maskapai Susi Air. Akhirnya tas saya pun sampai di Kota Sanana dititipkan melalui penerbangan Susi Air di hari berikutnya.

 

Nusantara Indonesia

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.